Friday, January 30, 2015

Jalan-jalan ke Palu yuk

Setahun di Palu, mau sharing tempat-tempat yang must be know versi aku :D
Sebenernya suamiku itu malem banget di ajak jalan, jadilah aku agak kudet tempat-tempat happening di Palu. Nah pas akhir tahun anak-anak ama tante dan omanya main ke Palu, baru deh sering keluar jalan. Udah kemana aja sih aku setahun ini, yuk mariii
1. Mall/Toko
Nah pas nyampe sini, Alhamdulillah Palu Grand Mall (PGM) sudah buka, tapi baru Hypermart, setahun ini vendor-vendor yang ngisi udah lumayan banget, ada Matahari, J-Co, Breadtalk, Executive, Body Shop, Share tea, Excelco, Inul Vizta, dll. Mal ini termasuk elit lah (8/9);
Kalo yang terdahulu adanya Tatura Mal, vendornya Ramayana, KFC, Kharisma, Cafe Toragila, Bakso Lapangan Tembak. Mirip-mirip ITC, ga terlalu elit (6/7);
Pusat perbelanjaan Hasanudin, lumayan lengkap (6/7);
Junior, toko perlengkapan anak dan bayi, tokonya rapi dan nyaman (7/8);
Miki, toko perlengkapan anak dan bayi, tokonya lebih besar dari junior (7/8);
Star kitchen, toko peralatan dan perlengkapan dapur/memasak, ada elektonok juga, harga bersaing, lengkap (7/8)
2. Kafe/Tempat Ngopi
Teman Nongkrong, harga bersahabat, ada life music, katanya sekarang dah mulai sepi, kursi dan meja kurang nyaman (6/7);
Tanaris, harga bersahabat dan tempat cukup luas (7/8);
Black canyon coffe, nyaman, harga cukup mahal (8/9) 
3. Restaurant/Tempat makan
Raja Kuring, restauran ayam kampung dan seafood (7/8); 
Careto, restauran chinese/indonesia food (7/8);
Pizza Hut, pizza dan pasta (8/9);
Rocket fish, katombo bakar (7/8);
Palu Kuring, restauran chinese/indonesia food (6/7);
Wong Solo, ayam penyet, empal dan sambal bawang (7/8);
Warung Aziz, bebek dan lele favoritku (7/8);
Bakso Taman GOR, baksonya lumayan tapi mienya kurang enak (6/7);
KFC, ayam krispi (7/8);
Kedai oishi, jalan zebra, sushi dan ramen, lambat pelayanannya (6/7);
Coco bakery, roti, kue dan jajanan pasar, termasuk toko roti andalan di Palu (7/8)
4. Pasar
Baru ke pasar Masomba aja, cukup lengkap, pasar pada umumnya :D (6/7)
5. Pantai
Pantai Talise, rame, banyak wahana untuk anak, banyak jajanan juga (7/8);
Pantai Taipa, ga terlalu istimewa, masih di wilayah Palu jadi dekat (6/7);
Pantai Tanjung Karang, lokasinya di Donggala, naik mobil kurang lebih satu jam, kalo ke Palu harus ke sini (8/9)
6. Jajanan Khas/Oleh-oleh
Es Teler Mahkota, lokasi Lapangan Vatulemo (8/9);
Sri Rejeki, toko oleh-oleh khas palu, bawang goreng, keripik pisang sambel, dsb. (7/8);
Batik Bomba & sarung Donggala, jalan Kedondong, jalan mangga (7/8)
7. Hiburan
Inul vizta, karaoke keluarga (8/9)
8. Supermarket
Bumi Nyiur Swalayan (BNS), seringnya datang ke BNS dewi sartika, paling dekat (6/7);
Grand Hero, lengkap dan murah (8/9);
Carrefour, masih baru, pelayan ramah (7/8);
Hypermart, nyatu ama mall, bisa sekalian cuci mata (7/8);
Palu mitra utama, sepi (6/7)
9. Hotel
Santika, bintang tiga (7/8);
Mercure, bintang empat (8/9).
Yak sekian liputan seputar Palu, info lebih lanjut menyusul

Thursday, January 29, 2015

Seputar Sulawesi Tengah

Aloha..
Lama sekali tidak ber-blog-ria, maklum setelah buka online shop sibuk ber-wordpress-ria :D belum lagi kesibukan di kantor dan di rumah (baca BSD)
Mau berbagi cerita seputar Sulawesi Tengah (Sulteng), Alhamdulillah berkerja di tempat yang punya kesempatan keling Sulteng. Kita mulai aja ya
1. Kabupaten Banggai
Ibu kota Luwuk, kota teramai kedua setelah Palu. Sudah ada KFC, KTV Happy Puppy dan NAV. Perjalanan dari Palu ke Luwuk ditempuh dengan pesawat kurang lebih 45 menit. Hotel yang paling bagus Aston, pengalaman menginap di Hotel Karaton (cukup nyaman), Hotel Aston (nyaman) dan Hotel Permai (kurang nyaman).
Tempat makan cukup banyak pilihan, ada ikan bakar, konro, masakan jawa, chinese food, dsb. Baru sempet main ke bukit kasih sayang (puncak keles).
>>Update November 2014<<





>>Update November 2015<<
Dateng lagi ke luwuk bulan November 2015, nginep di Hotel Istana (nyaman). Tugas kali ini masih sempet jalan-jalan di Luwuk, sekarang udah ada karaoke inul vizta, hotel aston berganti nama jadi estrella. Sempet snorkling di pantai kilo lima, bagus karangnya, dekat ama pantai.
Kerja sekalian jalan-jalan, mampir ke pulau dua balantak. Subhanallah indahnya, bagi pecinta snorkling wajib masukin ke list nih. Mampir juga ke bualemo, ada pantai pasir puti yang panjang banget. Bualemo ini baru masuk listrik bulan Agustus 2015, itupun belum 24 jam. Selain itu mampir ke air terjun salodik dan padang rumput desa lenyek.











2. Kabupaten Parigi Moutong
Ibu kota Parigi, perjalanan dari Palu ke Parigi kurang lebih dua jam, medan berkelok-kelok. Menginap di Hotel Grand Mitra, lumayan aja hotelnya. Ga sempet kemana-mana soalnya cuma sebentar. Pilihan makanan tidak terlalu banyak. 
3. Kabupaten Buol
Ibu kota Buol, perjalanan naik pesawat dari Palu ke Tolitoli, terus lanjut naik mobil kurang lebih empat jam, jalan sudah baik tetapi medan cukup memabukkan karena sangat berliku. Menginap di Hotel IM3, menurutku cukup nyaman. Pilihan makanan tidak terlalu banyak. Objek wisata baru sempet ke batu mandi, batu susun, air terjun dan pantai di ..... kalau mau ke Jakarta juga bisa via Gorontalo, perjalanan kurang lebih enam jam, jalan sudah bagus.
4. Kabupaten Banggai Kepulauan
Ibu kota Salakan, perjalanan naik pesawat dari Palu ke Luwuk (via Makassar), sengaja lewat Makassar biar bisa ngejar jadwal kapal cepat. Kapal cepat Luwuk ke Salakan cuma 1,5 jam. Berangkat jam 13.00 wita. Harga tiket 150.000. Kotanya sepi, bank baru ada BRI dan BPD. Menginap di Hotel Bharata, sebenernya ga masuk kategori hotel sih, tapi cukup bersih dan strategis (dekat pelabuhan). Sempet kedua pantai, pantai Tebeabul di pulau bakalan (harus nyewa kapal karena menyeberang) dan pantai teduang (letaknya tidak jauh dari kota), selain itu mampir juga ke tugu trikora.





>>Update November 2015<<
Main lagi ke Salakan Bangkep, nengok suami yang lagi tugas. main ke pantai tebeabul lagi, kali ini nyebur, snorkling lagi didampingi suami, bagus juga karangnya.





Untuk sementara baru empat kota, selanjutnya menjelajah Morowali.

Saturday, May 24, 2014

Pindahan

Akhirnya pindahan juga, belanja perabotan rumah, ada yang second dari temen-temen, ada juga beli baru. Mau sharing info harga dan lokasi pembelian, siapa tahu berguna :D
Sebelum aku pindah ke Palu, sebenernya suami dah beli beberapa barang, antara lain TV, dispenser, kipas angin, dvd dan magic jar tapi ga tahu belinya dimana, harganya juga dia ga inget, biasa cowok.
Pas pindah ke rumah petak, langsung deh beli-beli perabot dan alat rumah tangga. Belinya di Star kitchen untuk elektronik dan Toko Mega untuk Furniture, lokasinya di jalan Basuki Rahmat. Nyari yang dekat dengan kontrakan aja.
Star kitchen menurut aku lumayan lengkap dan harga cukup bersaing, disini beli antar lain:
  1. Kulkas, 2 pintu, LG GN-V212SLT harga Rp2.415.000, sebenernya temen ada juga yang jual kulkas, tapi 1 pintu, aku males ambil karena kulkas 1 pintu itu freezer-nya masih ada bunga es nya.
  2. Kompor gas, pengennya sih dapet second dari temen, tapi udah keduluan, beli merk Quantum 2 tungku yang harga Rp282.000, tadinya mau ambil yang harga Rp230.000 tapi tungkunya masih aluminium.
  3. Selang dan regulator kompor gas, Quantum juga, harga Rp120.000.
  4. Kipas angin cosmos ukuran sedang harga Rp189.500, maklum ga pake AC, yang di rumah anginnya kekencengan ga pas kalo buat di kamar.
  5. Rak piring harga Rp167.000.
  6. Ember 60 ltr + tutup harga Rp140.000.
  7. Selebihnya beli alat rumah tangga yang harganya di bawah Rp100.000, seperti panci, wajan, talenan, pisau, garpu, alat pel, hair dryer, dll.   
Toko Mega cuma beli spring bed dan bantal guling, setelah survei di 2 toko ternyata Toko Mega harganya lebih murah dan lebih banyak pilihan. Disini beli 2 spring bed, awalnya di tawarin Procella, tapi mengingat umur aku di Palu "kayaknya" ga lama jadi beli yang murah aja. Akhirnya beli spring bed merk Big land, yang ga extra busa, ukuran 2 (160), aku beli 2 dikasih harga masing-masing Rp1.050.000 (setelah ditawar). Trus bantal guling 2 pasang, bukan dacron, merk Big land juga dikasih harga Rp250.000 (setelah ditawar).  
Trus biaya sewa mobil pick up, sejam Rp25.000, dapet di belakang Haji Kalla. Kena 2 jam (minimal sewa).
Beberapa barang beli second di temen, harga so pasti miring plus bonus-bonus, dapet mesin cuci, lemari kecil, rak, meja setrikaan, meja lesehan, karpet, pure it, kursi, dan jemuran besi. Lagi nunggu lungsuran lemari. 
Yak segitu aja, sharing-nya, semoga bermanfaat :) 


Wednesday, May 14, 2014

Empat bulan pertama di Sulteng

Haiii,
Mau update blog ah, setelah sekian lama. Maklum sibuk banget :D
Semenjak kedatanganku di Palu tanggal 19 Januari 2014, sebenernya ngga sampe dua bulan tinggal di Palu. Aku tinggal nge-kost (bareng suami tapi pas aku dateng dia pergi dinas ke luar kota), kost-nya di belakang kantor camat palu selatan, harga kost per bulan Rp550.000 (tapi karena berdua jadi naik Rp650.000, padahal ditempati berdua baru satu minggu).
Nih kronologis kedatangan dan kepulangan aku.
  • Minggu, 19 Jan 2014, sore dateng ke Palu, suami posisi di Kaltim. 
  • 31 Jan 2014, libur imlek, long weekend, pulang Jumat pagi s.d Senin pagi, tgl 3 Feb 2014, baru cabut lagi ke Palu.
  • 10 Feb 2014, berangkat audit ke Luwuk.
  • 7 Maret 2014, Jumat Siang, pulang ke Jakarta, langsung Luwuk-Jakarta, s.d. Kamis pagi, tgl 13 Maret 2014, baru cabut ke Palu, Surat Sakit 2 hari sodara-sodara :D  
  • 21 Maret, Jumat pagi, cabut lagi ke Jakarta, absen pagi doang ;p ambil cuti 3 hari, Kamis pagi, tgl 27 Maret 2014, baru pulang ke Palu.
  • 31 Maret 2014, berangkat audit lagi ke Luwuk.
  • 30 April 2014, pulang ke Jakarta tapi via Palu, di bandara dan pesawat dari jam 8 WITA s.d. 16  WIB, s.d. Senin pagi, tanggal 5 Mei 2014 pulang lagi ke Palu.
Maskapai yang aku pakai setelah kedatanganku ke Palu mayoritas naik Lion Air, 1 x naik Garuda, beberapa kali naik Sriwijaya (klo harga Lion gila-gilaan). Harga tiket yang aku beli kisaran harga Rp900.000an - Rp1.100.000an (kecuali Luwuk-Jakarta).
Harga Lion tuh naik turun, kadang buru-buru dibeli takut naik, ga taunya harganya malah turun terus, kadang ditahan-tahan, harganya makin tinggi, sungguh menyebalkan, dan aku termasuk yang kurang beruntung dalam berspekulasi. 
Tanggal 11 Mei 2014, akhirnya suamiku ke Palu, merasakan kembali hidup berdua ngekost, berasa pengantin baru lagi. Akhir bulan rencananya mau pindah ke rumah petak, harga per bulan Rp950.000, tapi bentuknya kayak rumah kok, ga petak-petak amat :D nanti di-update penampakannya. Lokasi masih dekat kantor.
Tanggal 27 Mei 2014, udah beli tiket Garuda untuk Selasa pagi, harganya lumayan Rp1.500.000 (soalnya Lion langsung harganya sama juga, langsung buru-buru beli garuda, beberapa hari kemudian ngecek lagi *penasaran mode on* ga taunya Lion turun jadi Rp1.000.000, sungguh bikin emosi, sekarang sih udah naik lagi jadi 1.200.000).
Sebenarnya makin lama makin berat meninggalkan anak-anak, Baran makin besar, mulai ngerti kalau Papi dan atau Maminya mau pergi, mulai bisa protes dan sedih. Alera sempet lupa pas aku pulang, untung lupanya ga lama, cuma hitungan jam. Ga tau bisa bertaha sampe kapan. Tapi yang pasti aku harus yakin anak-anak aman bersama keluargaku.
Satu lagi yang perubahan yang terjadi, aku menggendut, udah naik 4 kg, sekarang lagi diet (ga makan malam), mental anak kost keluar sih, ga bisa liat makanan mubazir, plus 2 bulan di luar kota makan enak terus.
Yak segitu aja update-an nya ntar sambung lagi.

Sunday, January 26, 2014

New Adventure @ Central Celebes

Akhirnya berangkat juga ke Palu, hari minggu tanggal 19 Januari 2014 naik penerbangan Garuda jam 9.40 WIB, nyampe Bandara Mutiara Palu jam 3-an WITA. Bandaranya masih jelek, tapi tenang bandara baru sudah siap menanti, kayaknya dalam waktu dekat sudah beroperasi :)
Jarak antara Bandara ke kosan deket banget, naik motor paling cuma 5 menit, dari kosan ke kantor juga dekat, naik motor juga paling cuma 5 menit.
Hari pertama langsung beres-beres kosan, ampun penuh debu, maklum sering ditinggal suami ke luar kota. Kota Palu, lumayan rame, dan sedang giat-giatnya membangun (terlihat dari hotel-hotel berbintang yang mulai bermunculan dan ada mall baru yang tenantnya matahari). Kontur wilayahnya berbukit-bukit, tapi deket juga dengan pantai. Oia disini tahu tempe digorengnya tipis-tipis, suka sih gw jadi lebih crunchy, pisang goreng juga begitu.
Budaya kantor di perwakilan dan pusat emang beda, disini istirahat siang "mayoritas" pada pulang, kantin ga ada di kantor, usaha katering tampaknya cukup menjanjikan :D 
Week-end pertama udah diajakin jalan ama temen sekantor, main ke Air Terjun Wera, dari kantor jaraknya sekitar 25km, naik motor kurang lebih 30-40 menit abis itu tracking 30-40 menit, jalurnya lumayan capek belum lagi masih alami, kapok datang lagi tapi ga nyesel hehe..





 

Sunday, October 13, 2013

Family Photo Shoot


Ini bukan foto keluarga yang benar-benar direncanakan, awalnya sebulan yang lalu demi Baran biar terbiasa difoto, aku ambil paket photo studio keluarga di Star Studio PIM, yang berakhir gagal, Baran nangis ga mau difoto. Akhirnya reschedule bulan ini, niatnya Alera yang mau difokusin foto, eh anaknya lagi rewel pula, terus Baran baru masuk studio aja udah nangis.
Photo shoot-nya lumayan lama, harusnya setengah jam jadi satu jam. Dan foto keluarga bawa bayi 9 bulan dan anak 2 tahun 4 bulan bukanlah hal yang mudah, beginilah hasilnya agak mengecewakan :( tapi daripada ga dapet sama sekali (tadinya udah pasrah juga, sedapetnya deh).
Aku ambil paket harga Rp550.000 (dapet album hard cover 8R, photo 6 pose, dan cetak ukuran 12R satu buah), soft copy foto bisa langsung diambil (ga diedit), albumnya jadi 2 minggu (di album fotonya diedit) + dapet CD foto yang sudah diedit, trus sekalian beli framenya seharga Rp156.000. 






Monday, September 9, 2013

Parenting Cover Hunt (PCH) 2013

Alhamdulillah, Baran lolos lagi 100 unggulan PCH 2013. Masih sama seperti tahun kemarin audisi dilaksanakan di 17 tempat, Baran audisi di Summarecon Mal Serpong. Dapat nomor urut 2, sengaja dateng pagi, biar ga kelamaan nunggunya. Tapi ternyata Baran sekarang ga mau difoto, pas naik panggung pertama kali sempet difoto dua kali, itu juga dipangku ama opa. Terus dicoba naik panggung lagi (sampe 3x), tetap ga mau difoto, udah dirayu-rayu pake makanan dan mainan ga ada yang mempan. Sama panitianya ditawarin mau pake foto yang ada aja apa mau nyoba di mal lain (reschedule tapi foto yang ada hangus), karena aku juga ga yakin ntar-ntar mau difoto lagi, akhirnya aku bilang pake foto yang ada aja (karena pas dilihatin hasilnya lumayan). Eh ternyata anakku lolos juga :D kirain panitianya dah ilfil lihat tingkah Baran, ternyata masih dikasih kesempatan. Pas nunggu hasilnya sempet pasrah juga sih, karena tahun lalu, info 100 unggulan diemail sebelum majalah terbit, nah yang tahun ini diemailnya pas majalah udah terbit. Kirain udah ga lolos, makanya ga maksa buat beli majalah (walaupun akhirnya dibeli juga)
Terus setelah tahu masuk 100 unggulan, aku coba foto studio sekeluarga, biar Baran terbiasa difoto, ternyata tetap ga mau, foto bareng aja dia nolak apalagi foto sendiri. Foto studionya jadi di-reschedule juga deh. Udah pasrah sih nanti ama hasilnya, pengen ga dateng ke pemotretan 100 unggulan tapi sayang juga. Ya udahlah, dicoba dulu. Tunggu update-an nya ya  


Pengalaman Daftar SMAN Tangerang Selatan

Haloo jumpa lagi di pendaftaran SMAN Tangerang Selatan.. Ini adalah pengalaman pertama sebagai orang tua, dan juga pertama kali pakai nilai ...